Salahkah aku?

Entah ini sudah ke berapa kalinya aku menjadi orang ke 3 di antara mereka mereka yang telah berdua.
Sebetulnya tak ada niat sedikitpun untuk masuk ke kehidupan mereka, mungkin tuhan punya rencana lain.
Aku sudah pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi wanita kedua. Iya memang, banyak orang yang berstatment katanya " lebih baik jadi yang ke dua tapi selalu di nomor satukan dari pada jadi yang pertama tetapi selalu di nomor duakan. Mungkin statment statment itu hadir kepada mereka yang sama sekali belum pernah merasakan pahitnya menjadi wanita ke dua.
Sebenarnya saya sudah muak dengan bahasan ini semua, itu sama saja saya merobek luka yang hampir kering lalu dicucuri oleh air jeruk nipis. Sudah tau? Bagaimana rasa perihnya?
Saya menghela napas jika teringat bualan bualan manis yang pernah ia katakan.
Kalau boleh jujur saat ini saya sangat merindukan hal hal sekecil apapun yang pernah saya lakukan dengannya.
Ya tuhan saya merindukan sesuatu yang entah kemana.
Kamu tau bagaimana perasaanku ketika aku harus ikhlas berbagi waktu dengan wanita supermu itu? Kamu tau arti dari kata cemburu? Atau kamu sama sekali belum paham dengan kata yang baru saja aku sebutkan? Mungkin aku perlu mengajarimu sedikit bagaimana tentang menghargai perasaan seorang wanita. Iya aku yang selalu kau anggap enteng aku yang selalu salah di matamu dan aku juga yang selalu berusaha berjuang mati matian untuk hubungan ini?
Yatuhan rasanya aku tak sanggup lagi berdiri sekokoh ini. Rasanya aku ingin tumbang ketika aku melihat pria yang aku sayangi menghabiskan waktu bersama wanita supernya itu. Apakah aku hanya salah satu pilihannya ketika ia bosan? Ataukah aku hanya di jadikannya sebagai pelariannya?
Cukup!!! Aku benar-benar sudah cukup letih dengan apa yang sedang aku jalani ini.
Apa yang salah dari mencintai seorang pria yang sudah mempunyai kekasih? Bukankah semua orang itu berhak memperjuangkan cinta mereka masing2? lantas mengapa aku jadi tidak boleh memperjuangkannya untuk tetap bersamaku? Sekeji itukah caraku?
Tolong jangan pernah nilai wanita ke dua itu sebagai wanita rendah yang bisanya cuman merusak kebahagiaan orang. Kalian tak pernah tau apa yang sesungguhnya mereka rasakan. Kalian tak paham dengan apa yg mereka lakukan.
Aku menulis ini ketika aku benar-benar masuk ke jurang ke gelapan. Ketika aku mencintai pria yang sudah memiliki kekasih dan aku harus berusaha bertahan dan berpura-pura tidak ingin tau apa yang mereka lakukan di luar sana. Hebatnya... aku yang sekarang bukan lagi aku yang sering mengeluh dengan apa yang saati ini sedang aku jalani.
Ya tuhan tolong jangan pisahkan kami.... berikanlah aku kekuatan tegarkanlah hatiku lapangkanlah dadaku untuk bisa menerima kenyataan bahwa aku hanya tempat yang dijadikannya sebagai persinggahan dan bukan sebagai tujuan.
Kamu ingin tau siapa wanita itu? Siapa yang aku bahas pada tulisanku saat ini? Ia adalah - Okta Tiastuti- 18.48

Komentar

Postingan populer dari blog ini

23maret

Family's my superhero

TGC