Untuk dia yang selalu datang
Ini sudah minggu ke 6 aku tak pernah bertatap wajah dengannya lagi.mungkin akan ada minggu minggu berikutnya sampai ia benar benar pulang dan menetap kembali di kota yg telah membesarkannya itu.
seringkali aku menulis tentangnya mendeskripsikan tentang bagaimana perasaanku melukiskan ke bahagiaanku saat melewati hari hari bersamanya.
Kami memang tak punya hubungan special yang lebih dari teman. Iyaa, kami hanya teman dan lebih tepatnya lagi kami bersahabat.
Sampai saat detik ini ketika aku sudah lelah meluapkan semua kesedihanku ketika mulai ada tulisan tulisan baru yang aku tulis untuknya, perasaanku tak pernah padam. Anehnya lagi aku masih tetap berharap dengan ketidak pastian ini. Aku tetap yakin kalau suatu hari nanti aku bisa menciptakan ke bahagiaan bersamanya, walaupun terkadang harapan itu sedikit demi sedikit mulai sirna.
Oh iyaa,kabar terakhir yang aku dengar ia yang sekarang telah menjelma menjadi sosok lelaki yang pemberani. Dia yang sekarang sudah tak lagi menjadi pria pemalu yang tak pernah yakin saat dia jatuh cinta.....
Ini memasuki bulan ke 15 aku harus berjuang mati-matian untuk membunuh sebuah perasaan yg menurutku sungguh tak lazim.
Komentar
Posting Komentar