Malam terakhir dikota pelajar
Senin kelabu ini telah kami lewati dengan penuh sukacita, senin yang mempunyai banyak cerita, senin yang memiliki guyonan termanis dan yang terakhir senin yang akan menjadi hari ter-ajaib yang akan menjadi ceritaku.
Ada kalanya yang selalu dinilai buruk akan terlihat menakjubkan, yang tidak terlihat akan semakin kemilau dan yang baik tak selamanya menjadi yang terbaik.
Senyuman yang ia berikan hari ini benar-benar menciutkan aku kembali, membuat mental baja ini berubah kembali menjadi perempuan yang bermental tipis.
Tepat pukul dua belas malam dipenghujung hari senin lagu bengawan solo menjadi pilihan kami untuk menemani kami menyantap hidangan kaki lima di sepanjang jalan malioboro. Kota ini benar-benar memiliki seribu kenangan perjalanan yang membosankan. Tempat wisata yang belakangan ini menjadi tranding topic di jejaring sosial instagram kami kunjungi tapi tak satupun gambar yang mampu menceritakan kesenangan kami berada disana. Rasanya, kamera pun tau tentang ketidak nyamannya kami. Suasana sehangat mungkin aku ciptakan tapi kali ini benar-benar suasananya sungguh tidak mengenakan. Sebenarnya, bukan untuk menyudutkan satu orang tapi pangeran es ku memang laki-laki yang amat perasa. Sehingga kesalahan sekecil apapun ia kaitkan dengan hal-hal yang menurutku bisa diatasi,tapi itulah dia.
Perjalanan kami memang telah usai, perjalanan yang memakan biaya tak sedikit, perjalanan yang hanya bisa kami lakukan enam bulan sekali ini benar-benar telah rusak. Tiga setengah hari yang ku percaya akan menjadi hari luar biasa, hanya menjadi satu hari. Tapi percayalah, tidak semua perjalanan ini membosankan seperti yang aku gambarkan. Aku cukup senang dan puas dengan jawaban-jawaban yang aku dengar sendiri dari mulutnya,meskipun bukan langsung dengan aku.
Terimakasih Djogja...
Terimakasih sahabat....
Dan..
Terimakasih untuk kamu yang semakin membuatku menggilaimu...
Selamat menjalankan rutinitas-mu kembali dengan putri salju yang sudah menunggumu untuk pulang
Hujan...
Di
13.33
Komentar
Posting Komentar