Jatuh cinta dengan pria budha
Diam diam aku menatapmu dengan penuh kebimbangan. Aku bertanya dalam hati kecilku. " mengapa aku bisa semudah ini jatuh cinta dengannmu?"
Kamu seakan akan mempunyai kekuatan sihir yg sewaktu waktu dapat membuatku tersulap oleh segala perhatian dari dirimu.
Entahlahhhh aku tak tau mengapa aku yang sering jatuh cinta ini justru terdiam di titik awal dan tepat berada di hadapanmu.
Mungkin aku yang sama sekali belum pernah mengetahui ataupun mendengar tentang keseharianmu itu tidak akan luluh hanya dengan obrolan yang kau selipkan melalui telefon genggam.
Pangeran budha-ku, rasanya aku tak bisa secepat itu melupakan semua perhatian-perhatian kecilmu yg kau balut dari sebuah permen dan ice cream.
Entahlah perlahan-lahan kau telah menyeretku untuk semudah itu masuk ke dalam hatimu.
Aku masih ingat betul setiap pagi aku yg selalu menunggumu di tangga dibawah musholla itu sambil mendengarkan lagu-lagu yg melukiskan perasaanku, dan ketika kamu datang kau langsung duduk disampingku entah untuk bersenda gurau ataupun meledek aku dengan sejuta kalimat yang membuat otot otot dari mulutku tak bisa menahan senyuman ketika kau berbicara padaku.
Rasanya sering sekali aku memerhatikanmu di sela sela kesibukanmu itu. Kau berbicara dengan bahasa yang sama sekali tidak aku mengerti. Tapi itulah kamu. Kamu yang bisa semudah itu mendapatkan simpatik dariku padahal kau jelas jelas tau ada pria yang setia menungguku diluar gedung.
Oh iya, kamu ingat? Sebelumnya aku juga pernah merasakan hal seperti ini di awal pertemuan kita 13 mei lalu. Namun perasaan itu sedikit demi sedikit hilang ketika aku tau sahabat perjuanganku jauh lebih mencintaimu. Tapi perasaan itu kembali hadir dihari hari terakhir ku saat aku memutuskan untuk pulang.
Sekarang sudah 35hari kepulanganku. Berita terakhir yang ku dengar tentangmu saat ini kamu berada di riau entah kau akan menginjakkan kakimu kekota ini lagi atau tidak.
Pangeran budhaku, aku hanya ingin mengatakan padamu ini kali pertamanya aku jatuh cinta dengan pria budha sepertimu. Ini juga kali pertamanya aku berada ditengah tengah keluarga china. Pulanglah kau aku merindukan kebersamaan kita yang dulu.
Wanita muslim yang merindukanmu. ;;)
Komentar
Posting Komentar