If loving you is the greatest sin what I can to oppose
Hai kali ini saya akan memposting about.... (again) (again) (again).
Sudah hampir satu tahun berlalu kita sudah tidak lagi merasakan perasaan-perasaan dahsyat yang dulu hampir tiap harinya kita rasakan.
Yang ku tahu saat ini kamu sudah bahagia dengan wanita pilihanmu, dan perlahan melupakan aku begitu saja.
Aku memang sedikit heran mengapa sampai saat ini perasaan itu datang dan pergi se enaknya.
Padahal kemarin aku sudah bisa menyimpulkan bahwa perasaan ini memang benar-benar sudah kandas,iya kandas seperti abu yang tertiup angin badai nyaris tak ada bekasnya.
Hai kamu tau? Satu bulan ini aku tengah sibuk mempersiapkan kado special untukmu. Seperti biasa seperti ulang tahun mu sebelumnya aku sangat sibuk menyiapkan segala sesuatunya untukmu.
Oh ya ini sudah hampir 3 tahun dari perayaan ulang tahunmu dulu yang mulai memperkenalkan aku pada perasaan yang hingga saat ini aku sendiri tak tahu mengapa kamu sangat betah tinggal dihatiku?
Aku ingat. Mulai malam itu malam rabu lewat pesta yang meriah aku yang dipercaya oleh mamih-untuk membawa blackforest yang bertuliskan namamu dengan angka 16 itu, berdiri didepan puluhan orang yang hadir. Kamu tau bagaimana rasanya? Demi tuhan... Jantung ini rasanya tak henti-hentinya berdegup,tangan dan kaki-ku seolah gemetar membuat aku ingin jatuh pingsan saat itu.
Sudah tiga hari ini kamu selalu lancang datang ke alam bawah sadarku bahkan disiang hari bolong kamu tak hentinya menggangguku. Ada apa? Apa yang kau mau? Masih tak puaskah kamu membuat aku benar-benar patah hati? Saat ini aku menjadi bingung cemas dan tak henti-hentinya berfikir panjang, apa yang akan wanitamu katakan nanti jika aku benar memberikan kado special ini yang telah aku siapkan jauh-jauh hari? Apa?apa?dan apa?????
AHHHHH SUDAHLAH.......
Mungkin perasaan itu sekarang tak sepenuhnya datang.
Mungkin perasaan yang saat ini aku rasakan,lantaran rasa rindu ini yang nyaris tak bisa aku kendalikan.
Okta Tiastuti
-di-
04.08
Komentar
Posting Komentar