untukmu agama-Mu untukku agama-Ku
Semua bermula ketika aku mengenal seorang pria,sosok pria yg menurutku
adalah pilihan tepat pada saat itu, lewatnya aku mulai tertarik tentang
hal-hal yg menjadi kewajibannya.lewatnya pula aku menyukai lagu-lagu yg
memang dikhusus-kan untuk umat yg beragama berbeda
Pernah suatu ketika aku bertemu dgn keluarga besarnya yg mayoritas adalah pemeluk agama yg sama sepertinya,mereka tak pernah sama sekali mempersalahkan atau menanyakan kepercayaan yg aku anut saat itu,aku mulai merasakan hal-hal baru yg blm pernah sama sekali aku rasakan sebelumnya aku menemukan sebuah kedamaian diantara mereka,cara beribadah yg berbeda sempat aku mulai tertarik dgn apa yg mereka lakukan.
Saat itu sebut saja sosok pria yg aku kenal itu adalah siB(inisial) waktu itu hari jumat ya aku ingat,waktu itu aku tak sengaja memang bertemu dgn kedua org tuanya dan mereka mengajak-ku untuk beribadah bersama saat itu mereka blm mengetahui bahwa aku beragama muslim toh mereka pun tak pernah menanyakan hal itu kepadaku bodohnya,aku tak menolak saat diajak ketempat yg belum pernah aku pijak seumur hidupku maklumlah saat itu perasaan-ku bermacam-macam ya lagi-lagi hal ini sebab dari perasaanku yg berlebih terhadapnya, aku mulai mengikuti macam-macam kegiatan yg memang blm pernah aku lakukan, ternyata pria itu mengetahui kegugupan wajahku saat proses demi proses itu berlangsung,' dia menatapku lalu tersenyum memegang pundak-ku' aku pun membalas senyumnya saat itu, seusai kami menuntaskan semuanya ibu dari pria yg berinisial B menanyakan tentang keadaan-ku saat itu yg masih gugup dgn wajah pucat akhirnya mereka memutuskan untuk mengantarkan ku pulang.
Malamnya aku masih berkomunikasi dgn pria yg saat itu telah membuat-ku luluh akan ketampananya kedewasaanya dan perhatian-perhatiannya yg diberikan kepada-ku,esoknya sepulang sekolah aku kembali bertemu dgn si B aku memutuskan untuk mengungkapkan identitas-ku sebenarnya, awalnya aku mengira kalau si B akan marah besar kepadaku dan memutuskan untuk tidak akan menemuiku namun ternyata perkiraanku salah besar keadaan justru terjadi di luar dugaanku, ia malah justru mendukung ku sepenuhnya.
Selasa sore waktu itu pukul 17.50 si B dtg kerumahku seusai pulang sekolah saat itu bertepatan dgn azan magrib ketika aku hendak berangkat menunaikan ibadah solat magrib di mesjid awalnya aku tak tau kedatangan-nya namun se usai aku melaksanakan sholat aku melihat dari dalam mesjid, ada sosok pria berdiri dihalaman mesjid seperti sedang menunggu seseorang,astagaa ternyata itu 'B' aku segera menghampirinya ke luar halaman mesjid dan bencengkrama sebentar dengannya,celaka saat itu mamah mengetahuinya awalnya semua baik-baik saja tetapi tak sengaja mamah melihat kalung yg digunakan si 'B' bodohnya dgn begitu polos aku mengakui bahwa si B adalah teman dktku.
Pernah suatu ketika aku bertemu dgn keluarga besarnya yg mayoritas adalah pemeluk agama yg sama sepertinya,mereka tak pernah sama sekali mempersalahkan atau menanyakan kepercayaan yg aku anut saat itu,aku mulai merasakan hal-hal baru yg blm pernah sama sekali aku rasakan sebelumnya aku menemukan sebuah kedamaian diantara mereka,cara beribadah yg berbeda sempat aku mulai tertarik dgn apa yg mereka lakukan.
Saat itu sebut saja sosok pria yg aku kenal itu adalah siB(inisial) waktu itu hari jumat ya aku ingat,waktu itu aku tak sengaja memang bertemu dgn kedua org tuanya dan mereka mengajak-ku untuk beribadah bersama saat itu mereka blm mengetahui bahwa aku beragama muslim toh mereka pun tak pernah menanyakan hal itu kepadaku bodohnya,aku tak menolak saat diajak ketempat yg belum pernah aku pijak seumur hidupku maklumlah saat itu perasaan-ku bermacam-macam ya lagi-lagi hal ini sebab dari perasaanku yg berlebih terhadapnya, aku mulai mengikuti macam-macam kegiatan yg memang blm pernah aku lakukan, ternyata pria itu mengetahui kegugupan wajahku saat proses demi proses itu berlangsung,' dia menatapku lalu tersenyum memegang pundak-ku' aku pun membalas senyumnya saat itu, seusai kami menuntaskan semuanya ibu dari pria yg berinisial B menanyakan tentang keadaan-ku saat itu yg masih gugup dgn wajah pucat akhirnya mereka memutuskan untuk mengantarkan ku pulang.
Malamnya aku masih berkomunikasi dgn pria yg saat itu telah membuat-ku luluh akan ketampananya kedewasaanya dan perhatian-perhatiannya yg diberikan kepada-ku,esoknya sepulang sekolah aku kembali bertemu dgn si B aku memutuskan untuk mengungkapkan identitas-ku sebenarnya, awalnya aku mengira kalau si B akan marah besar kepadaku dan memutuskan untuk tidak akan menemuiku namun ternyata perkiraanku salah besar keadaan justru terjadi di luar dugaanku, ia malah justru mendukung ku sepenuhnya.
Selasa sore waktu itu pukul 17.50 si B dtg kerumahku seusai pulang sekolah saat itu bertepatan dgn azan magrib ketika aku hendak berangkat menunaikan ibadah solat magrib di mesjid awalnya aku tak tau kedatangan-nya namun se usai aku melaksanakan sholat aku melihat dari dalam mesjid, ada sosok pria berdiri dihalaman mesjid seperti sedang menunggu seseorang,astagaa ternyata itu 'B' aku segera menghampirinya ke luar halaman mesjid dan bencengkrama sebentar dengannya,celaka saat itu mamah mengetahuinya awalnya semua baik-baik saja tetapi tak sengaja mamah melihat kalung yg digunakan si 'B' bodohnya dgn begitu polos aku mengakui bahwa si B adalah teman dktku.
Komentar
Posting Komentar