ini untuk kalian :))
Perkenalan kita sangat instan,kepolosanmu membuat aku sangat percaya bahwa kalian lah pria yg paling tepat.
aku mulai membangun harapan,mimpi,dan keyakinan agar tidak menyia-nyiakan kebersamaan kita.kalian humoris dan manis,dua hal itu memang tak cukup dijadikan sebuah alasan akan hadirnya sebuah kenyamanan.
Terlalu terburu-buru jika aku mengartikan ini adalah sebuah persahabatan,mungkinkah kita terjebak dalam ketertarikan sesaat?
Aku tak tahu,sayangnya aku tak mau tau tntg fakta-fakta itu,jika benar ini adalah ketertarikan sesaat mengapa aku begitu sedih ketika kalian pergi dan memutuskan untuk berubah.
Lima bulan lalu kalian begitu manis dan mengejutkan letupan-letupan kecil perhatian kalian membuatku tersetrum kekuatan magic,kalian mulai mengungkapkan rasa,bercerita tentang kehidupan kalian sebelum adanya aku,begitu pun aku yg sangat terbuka tntg hal apapun.Diam-diam juga sebenarnya aku menyembunyikan rasa rindu-ku saat semua masih dalam keadaan baik-baik saja.aku terlalu gengsi jika harus mengatakan 'aku rindu kalian yg dulu selalu ada untuk-ku dan mulai nyaman dgn keberadaan kalian di hari-hariku.
Dua bulan lalu kalian masih merangkul dan menggenggam erat jemariku,ku kira aku sudah menjadi salah satu sahabat specialmu ,ternyata pikiranku pun bisa salah aku belum menjadi apa-apa dimata kalian,aku hanya tempat persinggahan yang tak akan kau jadikan sebuah tujuan.
Kalau boleh jujur,aku sangat menikmati kebersamaan 'kita' kebersamaan yg terjalin dari mahluk yg bisa membuat bodoh dan pintar dalam waktu yang bersamaan,perhatian dan ejekan-ejekan kecil yg kalian selipkan dlm setiap percakapan itu membuat aku sangat berharap,kupikir kalian memang punya perasaan yg sama sepertiku. Iya aku salah,harapanku terlalu tinggi entah mengapa aku tak bisa berpikir jernih bahwa pria seberlian kalian tak mungkin ingin berteman pada tanah liat seperti aku.
Tapi terus saja kau tunjukan jalan terang yang kupikir adalah tujuan menuju kenyataan.aku mencoba mengikuti jalan itu,berjalan bersama kalian atas nama hari,dan kita tak tahu teka-teki dibalik perbedaan yang ada dalam diri kita.satu-satunya perbedaan yang tak bisa dibatasi adalah pandangan,meskipun kalian berperan besar atas hal ini tapi pandangan pun punya hal yang lebih besar.ini bukan alasan yang cukup logis untuk mengakhiri segalanya.Aku mulai menyayangi kalian.'Sederhana' tapi mengapa hal yang ku bilang begitu simple ini malah merumitkan segalanya?
Kalian memilih untuk menjauh tanpa alasan yang benar-benar ku pahami,kalian memilih pergi disaat aku ingin merubah semua hal yang tak kalian sukai dan terus ingin memperjuangkan semuanya.Bayangkan,semua terjadi hanya dalam waktu 2 bulan!kalian berubah total begitu singkat! Kalian pergi ketika aku mulai mengerti ini adalah 'persahabatan'. Kalian pergi ketika aku mulai berharap bahwa kebersamaan kita akan berlangsung lebih lama.
Kini,aku melewati hari yang berbeda tidak ada kalian dan perhatianmu.tidak ada lagi kita dan segala canda yang dulu pernah ada.Rasa kecewa ini masih begitu sama.kalian menghilang tanpa kabar.Menuduhku sebagai dalang yang menghancurkan segalanya.menindasku dengan anggapan bahwa aku hanya memberi harapan-harapan palsu,aku tak tahu,sungguh aku tak tahu mengapa anggapan itu bisa tumbuh subur diotakmu.sedangkan dihari-hari kemarin,sebelum kita pisah aku sudah meyakinkan diriku untuk selalu jalan ke arahmu.
Kalian tentu tahu,melupakan sesuatu yang sudah melekat bukanlah hal yang mudah.Aku tak bisa membayangkan bangun pagi dan tidur malam dengan mimpi-mimpi manis yang datang seolah mengejek keadaan kita saat ini.Aku tak ingin tahu rasanya terlelap sebelum mendengar suara-suara kecil yang terlontar dalam gaya bicara kalian yang khas.Aku tak ingin perubahan----tapi tuhan berkehendak lain.
Kalian pergi tanpa berkata pamit.kalian menghilang tanpa menginjinkan aku jujur mengenai perasaanku setelah perubahan ini.Aku ingin tahu alasanmu pergi,karna sungguh alasanmu untuk pergi tak logis bagiku.apa aku terlalu rendah untuk mengharapkan pria setinggi kalian?apa aku terlalu busuk untuk mendambakan sosok sempurna seperti kalian.
Aku memejamkan mata,pipiku basah entah oleh apa.jangan suruh aku mengaku bahwa ini adalah air mata,karena kalian tak akan pernah mengerti rasa kecewa-ku. Perubahan ini sudah membuatku cukup paham bahwa aku tak perlu lagi berharap terlalu tinggi.
aku mulai membangun harapan,mimpi,dan keyakinan agar tidak menyia-nyiakan kebersamaan kita.kalian humoris dan manis,dua hal itu memang tak cukup dijadikan sebuah alasan akan hadirnya sebuah kenyamanan.
Terlalu terburu-buru jika aku mengartikan ini adalah sebuah persahabatan,mungkinkah kita terjebak dalam ketertarikan sesaat?
Aku tak tahu,sayangnya aku tak mau tau tntg fakta-fakta itu,jika benar ini adalah ketertarikan sesaat mengapa aku begitu sedih ketika kalian pergi dan memutuskan untuk berubah.
Lima bulan lalu kalian begitu manis dan mengejutkan letupan-letupan kecil perhatian kalian membuatku tersetrum kekuatan magic,kalian mulai mengungkapkan rasa,bercerita tentang kehidupan kalian sebelum adanya aku,begitu pun aku yg sangat terbuka tntg hal apapun.Diam-diam juga sebenarnya aku menyembunyikan rasa rindu-ku saat semua masih dalam keadaan baik-baik saja.aku terlalu gengsi jika harus mengatakan 'aku rindu kalian yg dulu selalu ada untuk-ku dan mulai nyaman dgn keberadaan kalian di hari-hariku.
Dua bulan lalu kalian masih merangkul dan menggenggam erat jemariku,ku kira aku sudah menjadi salah satu sahabat specialmu ,ternyata pikiranku pun bisa salah aku belum menjadi apa-apa dimata kalian,aku hanya tempat persinggahan yang tak akan kau jadikan sebuah tujuan.
Kalau boleh jujur,aku sangat menikmati kebersamaan 'kita' kebersamaan yg terjalin dari mahluk yg bisa membuat bodoh dan pintar dalam waktu yang bersamaan,perhatian dan ejekan-ejekan kecil yg kalian selipkan dlm setiap percakapan itu membuat aku sangat berharap,kupikir kalian memang punya perasaan yg sama sepertiku. Iya aku salah,harapanku terlalu tinggi entah mengapa aku tak bisa berpikir jernih bahwa pria seberlian kalian tak mungkin ingin berteman pada tanah liat seperti aku.
Tapi terus saja kau tunjukan jalan terang yang kupikir adalah tujuan menuju kenyataan.aku mencoba mengikuti jalan itu,berjalan bersama kalian atas nama hari,dan kita tak tahu teka-teki dibalik perbedaan yang ada dalam diri kita.satu-satunya perbedaan yang tak bisa dibatasi adalah pandangan,meskipun kalian berperan besar atas hal ini tapi pandangan pun punya hal yang lebih besar.ini bukan alasan yang cukup logis untuk mengakhiri segalanya.Aku mulai menyayangi kalian.'Sederhana' tapi mengapa hal yang ku bilang begitu simple ini malah merumitkan segalanya?
Kalian memilih untuk menjauh tanpa alasan yang benar-benar ku pahami,kalian memilih pergi disaat aku ingin merubah semua hal yang tak kalian sukai dan terus ingin memperjuangkan semuanya.Bayangkan,semua terjadi hanya dalam waktu 2 bulan!kalian berubah total begitu singkat! Kalian pergi ketika aku mulai mengerti ini adalah 'persahabatan'. Kalian pergi ketika aku mulai berharap bahwa kebersamaan kita akan berlangsung lebih lama.
Kini,aku melewati hari yang berbeda tidak ada kalian dan perhatianmu.tidak ada lagi kita dan segala canda yang dulu pernah ada.Rasa kecewa ini masih begitu sama.kalian menghilang tanpa kabar.Menuduhku sebagai dalang yang menghancurkan segalanya.menindasku dengan anggapan bahwa aku hanya memberi harapan-harapan palsu,aku tak tahu,sungguh aku tak tahu mengapa anggapan itu bisa tumbuh subur diotakmu.sedangkan dihari-hari kemarin,sebelum kita pisah aku sudah meyakinkan diriku untuk selalu jalan ke arahmu.
Kalian tentu tahu,melupakan sesuatu yang sudah melekat bukanlah hal yang mudah.Aku tak bisa membayangkan bangun pagi dan tidur malam dengan mimpi-mimpi manis yang datang seolah mengejek keadaan kita saat ini.Aku tak ingin tahu rasanya terlelap sebelum mendengar suara-suara kecil yang terlontar dalam gaya bicara kalian yang khas.Aku tak ingin perubahan----tapi tuhan berkehendak lain.
Kalian pergi tanpa berkata pamit.kalian menghilang tanpa menginjinkan aku jujur mengenai perasaanku setelah perubahan ini.Aku ingin tahu alasanmu pergi,karna sungguh alasanmu untuk pergi tak logis bagiku.apa aku terlalu rendah untuk mengharapkan pria setinggi kalian?apa aku terlalu busuk untuk mendambakan sosok sempurna seperti kalian.
Aku memejamkan mata,pipiku basah entah oleh apa.jangan suruh aku mengaku bahwa ini adalah air mata,karena kalian tak akan pernah mengerti rasa kecewa-ku. Perubahan ini sudah membuatku cukup paham bahwa aku tak perlu lagi berharap terlalu tinggi.
Komentar
Posting Komentar